Skip to content
3 December 2011 / teguhdh

Surat Terbuka Untuk Lion Air

Saya adalah salah satu konsumen Lion Air, yang meski tidak sering banget terbang dengan maskapai ini, tapi tidak bisa dikatakan jarang juga.

Dulu di tahun-tahun pertama layanannya, bisa dikatakan Lion Air bisa memuaskan pelanggannya. Dengan harga yang murah, Lion mampu memenuhi kebutuhan transportasi udara, menghubungkan sejumlah daerah se-Indonesia.

Dengan tuntutan kebutuhan transportasi udara di Indonesia, yang kini makin meningkat, Lion berkembang makin besar. Apalagi “pemain” nya kini makin sedikit menyusul liquidasi Mandala.

Tapi sayang, Lion sepertinya justru kewalahan dengan permintaan. Terbukti, beberapa kali saya naik Lion Air, tidak pernah tidak terlambat. Alias selalu telat. Berbagai alasan dikemukakan, baik masalah bandara yang sibuk, radar, operasional, dan lain-lain. Tapi saya sebagai penumpang hanya bisa percaya begitu saja, tanpa mempedulikan lagi alasannya, setelah mendapat kompensasi sesuai aturan. Sampai pada akhirnya terdengar kabar, keterlambatan Lion Air disebabkan oleh terlalu padatnya jadwal penerbangan, yang tidak dibarengi penambahan armada.

Jika kabar itu benar, Lion harus diperingatkan pihak berwenang. Sesuai aturan, memang Lion sudah memberikan kompensasi. Tapi apakah itu sebanding?

Dalam penerbangan kali ini (Sabtu, 3 Desember 2011) dari Kupang ke Jakarta yang dijadwalkan jam 15.30 WITA, kembali telat, dan mundur hingga jam 18.00 WITA. Kami para penumpang hanya mendapat nasi box, lauk ikan yang harganya tak lebih dari 20 ribu. Dan saya yang biasanya tak mempermasalahkan telatnya Lion, kali ini benar-benar merasa dirugikan oleh Lion Air. Karena keterlambatan ini, saya jadi telat menghadiri pertemuan dengan kolega saya, dan yang paling vital, Lion Air telah menghancurkan kencan saya dengan istri tercinta, yang sudah lama saya rencanakan. Yang itu tidak bisa dibayar dengan nasi box ala Lion Air.

Jika Lion (seperti yang digembor-gemborkan) sudah memiliki ratusan armada baru yang diborongnya dari Boeing, mustinya keterlambatan bisa diminimalkan, bahkan tidak perlu ada. Dan akan lebih bijaksana buat Lion, jika tidak membuka route baru dulu, selama pesawat yang dipesan itu belum datang. Karena bagaimanapun, pihak Lion Air tidak tahu, berapa nilai riil dari keterlambatannya yang dirasakan oleh pelanggannya yang telah membesarkannya.

Teguh Dwi Hartono
Seorang suami yang mengingkari janji kepada istrinya, karena Lion Air telat.

Advertisement

2 Comments

Leave a Comment
  1. uwong / Dec 3 2011 16:51

    om gedhang naik pesawat lain aja, GA gitu :)

  2. udinnaga / Dec 3 2011 17:06

    Yah..ampun mas..jadi pengen nangis deh bacanya..sedih sekali yahhhh…waduh tolong downg lion air jangan biarkan seorang suami terpaksa mengingkari janji kepada istrinya..tolong lion air..tolong…persatukanlah sepasang suami istri yang terpisahkan oleh jarak ini lion air…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 142 other followers